Bagaimana Epson Merencanakan Masa Depan

Jan 30, 2020Bisnis & Rumah, Printer & Pemindai

Agar bisnis berhasil dalam pasar digital yang kompetitif saat ini, penting agar perusahaan memanfaatkan teknologi inovatif.

Bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, ini bisa menjadi suatu prospek yang menantang.  Pada survey Epson terhadap 864 UKM di 6 negara terbesar Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) menurut PDB-nya, 64 persen UKM Indonesia menyebut biaya sebagai alasan untuk tidak bergerak maju dengan memperbarui teknologi yang ada.

Dengan UKM di Indonesia yang berkontribusi lebih baik dari 60 persen terhadap PDB negara[1] sangat penting bagi bisnis ini agar dapat bersaing di pasar regional dan global. Berarti pemilik bisnis perlu membangun bisnis yang berkelanjutan yang dapat beradaptasi dengan mudah terhadap perubahan – dari perspektif operasional dan lingkungan.

Bagaimana UKM dapat membangun bisnis yang berkelanjutan

UKM adalah pusat ekonomi nasional, yang mempekerjakan sekitar 97 persen[2] dari total pekerja dan lebih baik daripada 99 persen semua perusahaannya[3], dan karenanya perlu diberdayakan dengan alat yang tepat agar berhasil berpartisipasi dalam ekonomi digital yang baru muncul.

Perusahaan juga semakin sadar akan perlunya bertindak secara berkelanjutan, karena hal ini akan berdampak positif bagi efisiensi perusahaan, nilai merek dan reputasi, pertumbuhan dan hubungan dengan pemangku kepentingan.

Dari perspektif operasional, UKM dapat mengambil manfaat dari penerapan praktik bisnis berkelanjutan dengan mengurangi biaya operasional, seperti pemakaian daya, dengan memilih perangkat keras yang mendukung tujuan bisnis dan mempersingkat pemakaian energi.

Mempersingkat pemakaian energi dan mengurangi jejak karbon UKM adalah cara yang ideal untuk menurunkan biaya operasional dalam jangka panjang dan lebih baik bagi lingkungan. Misalnya, pengecer sekarang dapat menggunakan printer point-of-sale (POS) yang terhubung dengan mudah dengan teknologi lain dan membuat pencetakan menjadi handal dan mudah digunakan bagi pemilik bisnis. 85 persen responden Indonesia pada survei kami melihat konektivitas ini sebagai manfaat utama.

Namun, mendorong transformasi digital memerlukan lebih dari penerapan teknologi baru. Saat ini, artinya menciptakan lingkungan dimana bisnis dapat memanfaatkan inovasi untuk memberikan perubahan yang berarti yang mendorong hasil bisnis yang positif.

 

Apa arti bisnis yang berkelanjutan bagi Epson?

Epson percaya bahwa area utama yang dapat diatasi dengan keberlanjutan adalah melalui investasi pada teknologi baru yang juga mengurangi dampak lingkungan.

Visi Lingkungan 2050 perusahaan menetapkan tujuan kami untuk menyediakan produk dan layanan yang berkontribusi terhadap lingkungan dengan membuat pemakaian energi dan sumber daya yang efisien serta mengurangi dampak lingkungan dari proses produksi dan proses bisnis dengan pelanggan.

Bagi UKM, ini artinya membantu mereka menangani langkah selanjutnya untuk menjadi sebuah bisnis yang berkelanjutan. Epson berkomitmen membantu UKM mengurangi dampak lingkungan dengan meningkatkan proses kerja dengan produk dan layanan. Kreasi terbaru kami yang merevolusi masa depan kertas adalah PaperLab, sistem pembuatan kertas otomatis pertama di dunia yang dapat mendaur ulang kertas bekas menjadi kertas baru dalam hitungan menit.

Cara lain menggabungkan praktik-praktik berkelanjutan termasuk mengelola biaya cetak secara lebih berkelanjutan dengan printer bebas panas yang ramah lingkungan. Menggunakan printer label warna sesuai permintaan tidak hanya menghemat biaya tetapi juga mengurangi pemborosan – keuntungan bagi produsen makanan UKM yang mengejar penjualan produk.

 

 

[1] https://cohive.space/blogs/achieving-stronger-economy-through-small-and-medium-enterprises-smes/

[2] http://www.oecd.org/publications/sme-and-entrepreneurship-policy-in-indonesia-2018-9789264306264-en.htm

[3] http://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/—asia/—ro-bangkok/—ilo-jakarta/documents/presentation/wcms_564690.pdf

 

Gabung dengan Media Sosial kami

Share This